Konflik Rusia-Ukraina, 3 Negara Ini Tolak Mainkan Laga Playoff Piala Dunia di Moskow
WARSAWA, iNews.id- Konflik antara Rusia dan Ukraina yang tengah memanas juga berimbas ke dunia sepak bola. Terbaru, tiga negara yakni Polandia, Swedia, dan Republik Ceko menolak memainkan babak playoff Piala Dunia 2022 di Moskow.
Playoff Piala Dunia 2022 itu memang akan dijadwalkan pada akhir bulan Maret mendatang. Ibu Kota di Rusia itu merupakan salah satu venue dalam babak tersebut.
Timnas Polandia menjadi tim yang akan melawat ke sana untuk menantang Rusia di babak playoff, 25 Maret mendatang. Mereka akan bermain di Dinamo Lev Yashin Stadium, yakni salah satu stadion di Moskow.
Selain Polandia, Swedia dan Ceko juga menjadi dua tim lainnya yang berpotensi melawan Rusia. Namun kini, ketiga federasi negara tersebut kompak menolak untuk bermain di Moskow.
Dewan Keamanan PBB Gelar Voting Resolusi Mengutuk Serangan ke Ukraina, Bakal Diveto Rusia
Ketiga tim itu pun meminta FIFA agar mengganti venue ke tempat netral. Mereka khawatir dengan keselamatan para pemain dan juga ofisial jika diharuskan bermain di Rusia.
IHSG Diprediksi Tertekan Dipicu Serangan Rusia ke Ukraina, Berikut Saham Pilihan Hari Ini
"Berdasarkan perkembangan mengkhawatirkan saat ini dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, termasuk situasi keamanan, Asosiasi Sepak Bola Polandia (PZPN), Swedia (SvFF) dan Republik Ceko (FAČR) menyatakan posisi tegas mereka bahwa pertandingan playoff untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, yang dijadwalkan pada 24 dan 29 Maret 2022, tidak boleh dimainkan di wilayah Federasi Rusia," tulis pernyataan yang dirilis, Jumat (25/2/2022).
Namun, belum ada tanggapan lebih lanjut terhadap pernyataan yang dibuat ketiga negara tersebut. FIFA memang harus bertindak tegas dalam kasus ini agar tak mencampurkan politik dengan sepak bola.
Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 57 Orang, 169 Luka
Di sisi lain, UEFA juga sedang merencanakan untuk memindahkan lokasi final Liga Champions yang sebelumnya akan digelar di Stadion Gazprom Arena, Saint-Petersburg. Stadion Wembley menjadi salah satu kandidat penggantinya.
Editor: Ibnu Hariyanto