Pengertian Lompat Tinggi: Sejarah, Teknik Dasar dan Peraturan
Gaya ini memiliki posisi kepala lebih rendah dari pinggul saat berada di atas mistar. Hal inilah yang mendiskualifikasi atlet sehingga jarang digunakan oleh para atlet.
Pada tahun 1943, gaya western roll dikembangkan agar posisi kepala tidak boleh terlalu rendah dari pinggang saat melewati mistar. Gaya ini pernah tercatat sebagai rekor yang dimiliki oleh seorang atlet Amerika dengan tinggi 2,03 meter.
Saat itulah gaya side roll mulai dikenal dan diterapkan oleh para atlet dunia termasuk Indonesia.
Gaya lompat yang terakhir adalah gaya straddle atau bolster. Gaya straddle banyak digunakan oleh atlet. Pada 1930-an, atlet Amerika bernama Jim Stewart diperkenalkan dengan gaya roll.
Tapi tahun itu tidak ada pengakuan mengenai gaya straddle ini. Namun pada saat itu gaya roll telah bersaing dengan gaya side roll.