Rumah Dinas Digusur TNI, Warga Dipoyudan Akan Mengadu ke Sultan
YOGYAKARTA, iNews.id – Warga Dipoyudan, Ngampilan, Yogyakarta yang menempati lahan Sultan Ground berencana menghadap Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X pascapenertiban rumah dinas oleh anggota TNI.
Mereka berharap Sultan bisa mengayomi warga yang sudah lama tinggal dan memegang surat kekancingan (magersari) dari Keraton. “Kita akan mengadu ke Ngarso Dalem (Sultan),” kata Sudiantoro, salah satu warga yang rumahnya dikosongkan, Selasa (16/10/2018).
Menurut Sudiantoro, ada 40-an rumah dinas yang digusur TNI dan semuanya sudah memegang surat kekancingan. Mereka merupakan ahli waris orang tuanya yang merupakan anggota TNI. “Kalau dikatakan kekancingan ini palsu, mari diuji,” ujarnya.
Sudiantoro menuturkan, sekitar pukul 05.00 WIB, rumah mereka didatangi oleh para tentara. Awalnya, istrinya yang membukakakn dan dikatakan akan dieksekusi. Namun ditolak dan rumah dikunci dari dalam. Melihat perlawanan ini mereka nekat masuk dengan merusak rolling door dan pintu kayu. “Setelah pintu dirusak mereka masuk dan membawa barang-barang keluar,” katanya.
Kondisi tersebut, juga dialami dua warga lainnya. Mereka hanya bisa pasrah tanpa melakukan perlawanan. Bahkan warga yang rumahnya tidak dikosongkan juga tidak bisa keluar rumah. Pintu mereka dijaga minimal lima orang anggota TNI. “Kita tidak boleh keluar, anak-anak tidak bisa sekolah atau yang mau kerja juga tidak bisa,” ucap warga lainnya, Bambang.