Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19
Penjualan peti mati yang meningkat menjadikan usaha pembuatan peti mati lebih bergairah. Biasanya mereka membuat atas pesanan penjual atau pedagang. Mereka akan mendapatkan upah antara Rp100.000 sampai dengan Rp125.000 tergantung jenis peti mati yang dibuat.
Setiap perajin setiap hari hanya bisa menyelesaikan satu unit peti mati kepak. Sedangkan jenis joglo atau limasa butuh waktu dua hari karena proses pengerjaan yang lebih rumit.
“Sekarang setiap minggu bisa membuat empat atau enam unit. Biasanya bahan dari pemesan kita hanya tenaganya,” katanya.
Sementara itu petugas Amerta RSUD Wates, Kundori mengatakan sudah memiliki toko langganan. Mereka biasanya akan minta kiriman ketika ada pasien yang meninggal. Selama masa pandemi Covid-19 beberapa pasien harus dimakamkan dengan protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan peti dan dibungkus dengan plastik.
“Protokolnya harus dengan peti, jadi ketika ada kematian kita minta pedagang mengirimkan,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi