Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Jadi Polisi 2 Kali, Pria di Kulonprogo Menyamar sebagai Resmob untuk Curi Rokok
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19

Jumat, 18 September 2020 - 14:16:00 WIB
Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19
Permintaan peti mati di Kabupaten Kulonprogo meningkat. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id – Penjualan peti mati di Kabupaten Kulonprogo, DIY mengalami peningkatan selama masa pandemi Covid-19. Bahkan, penjualan mereka meningkat hingga tiga kali lipat karena pemakaman saat ini banyak menggunakan peti mati.

“Sebelumnya sehari paling satu, sekarang bisa tiga atau empat,” kata seorang pedagang peti mati di Wates, kulonprogo, Sucipto, Jumat (18/9/2020)

Usaha jual beli peti mati ini sudah dijalankan Sucipto sejak puluhan tahun silam. Usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Toko ini telah menjadi langganan RSUD Wates ketika ada kasus kematian.

“Kami siap 24 jam, ketika ada permintaan malam itu akan langsung diantar,” katanya.

Peti mati dijual dengan harga bervariasi antara Rp700.000 sampai dengan Rp1,3 juta tergantung jenisnya. Untuk peti mati kepak dijual Rp550.000. Sedangkan untuk jenis limasan dijual antara Rp700.000–Rp800.000 dan peti mati joglo sekitar Rp1,3 juta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut