Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Pakar UGM: Remdesivir untuk Keadaan Darurat, Obat Covid-19 Belum Ada

Selasa, 06 Oktober 2020 - 09:34:00 WIB
Pakar UGM: Remdesivir untuk Keadaan Darurat, Obat Covid-19 Belum Ada
ilustrasi obat Covid-19 (okezone)
Advertisement . Scroll to see content

“Penggunaan obat ini mampu mempersingkat penyembuhan pasien Covid-19,” katanya.

Keunikan remdesivir berupa prodrug, yakni obat akan mengalami perubahan menjadi zat aktif ketika sudah berada dalam tubuh pasien. Ini akan mendorong masuknya obat ke dalam sel dan melindungi obat sampai di tempat kerjanya. Modifikasi pada remdesivir adalah gugus karbon nitrogen (CN) yang melekat pada gula.

“Pada akhirnya ini menghentikan produksi untai RNA dan menyabotase replikasi virus," ucapnya.

Remdesivir juga mampu merubah ikatan C-N menjadi C-C, dengan enzim targetnya yaitu RNA-dependent RNA Polymerase, yang akan tetap berada dalam rantai RNA yang tumbuh dan memblokir replikasi virus.

Remdesivir hanya boleh digunakan pada pasien Covid-19 dengan usia diatas 12 tahun dan berat badan minimal 40 kilogram. Pemberiannya dengan injeksi infus, hari pertama sebanyak 200 miligram, lalu di hari kedua dan berikutnya diberikan sebanyak 100 miligram per hari.

Zullies mengingatkan, Remdesivir memiliki sejumlah efek samping, di antaranya mual dan muntah. Selain itu bisa meningkatkan enzim transaminase yang berpotensi merusak liver. Penggunaan remdesivir bagi wanita hamil dan bagi ibu menyusui juga belum diketahui. Pada uji pre klinik pada tikus dan kera diketahui penggunaan remdesivir bisa mempengaruhi ginjal pada janin.

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut