Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Pakar UGM: Remdesivir untuk Keadaan Darurat, Obat Covid-19 Belum Ada

Selasa, 06 Oktober 2020 - 09:34:00 WIB
Pakar UGM: Remdesivir untuk Keadaan Darurat, Obat Covid-19 Belum Ada
ilustrasi obat Covid-19 (okezone)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Penggunaan remdesivir sebagai obat untuk pasien Covid-19 telah mendapatkan persetujuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, obat ini hanya bisa diberikan dalam kondisi emergency use authorization (EUA).

Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinis UGM, Zullies Ikawati mengatakan, izin edar obat ini dalam bentuk EUA. Artinya, izin penggunaan obat diberikan secara darurat karena belum ada obat Covid-19 yang definitif dan disetujui.

“Jadi bukan keadaan darurat, tetapi karena pasien dalam kondisi darurat ya,” kata Zullies.

Remdesivir tidak bisa didapat secara bebas di pasaran. Obat langsung didistribusikan ke rumah sakit dan tidak tersedia di apotek. WHO telah menggunakan obat ini untuk penyembuhan pasien Covid-19 di berbagai negara. Hasilnya ada efektivitas yang baik saat dalam pengobatan pasien Covid-19.

Remdesivir merupakan obat anti virus, yang dulu dikembangkan untuk mengatasi virus RNA dan pernah diujicobakan saat ada wabah Ebola dan MERS. Remdesivir berupa senyawa analog mirip dengan adenosine dan bisa menyusup ke dalam rantai RNA. Obat ini bekerja dengan menghambat replikasi virus dalam tubuh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut