Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Cepat Ditemukan di Yogyakarta dan Jateng
"Kita sebenarnya proses di lab enggak lama, sekitar dua hingga lima hari, kemudian kita submit ke GISAID langsung keluar jenis mutasinya," kata dia.
Pokja Genetik FK-KMK UGM bersama tim, kata Gunadi, sebelumnya telah bekerja sejak April 2020 menguji sampel usap yang menentukan positif atau negatif SARS-CoV-2. "Saat itu belum bisa menentukan jenis virusnya bermutasi atau tidak," kata dia.
Dia mengatakan, D614G telah tersebar hampir di seluruh pelosok dunia, yaitu 77,5 persen dari total 92.090 isolat mengandung mutasi D614G.
Sedangkan, di Indonesia sudah dilaporkan sebanyak 9 dari 24 isolat yang dilaporkan di GISAID mengandung mutasi D614G. Sepertiganya terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Meski data dari Indonesia, khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah masih jauh dari ideal, kata dia, temuan itu membuktikan bahwa mutasi D614G yang memiliki daya infeksius 10 kali lebih cepat memang sudah ada di Tanah Air.