Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China
Advertisement . Scroll to see content

Muslimah Uighur Diperkosa Massal di China, Begini Reaksi Amerika

Kamis, 04 Februari 2021 - 20:56:00 WIB
Muslimah Uighur Diperkosa Massal di China, Begini Reaksi Amerika
Salah satu kamp tempat penahanan orang-orang Uighur di China. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id – Perempuan Uighur dan msulimah lainnya jadi korban 
pemerkosaan, pelecehan seksual, dan penyiksaan di kamp Xinjiang, China. Amerika Serikat (AS) merasa sangat terganggu oleh laporan tentang pemerkosaan dan pelecehan seksual ini.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, harus ada konsekuensi serius atas kekejaman tersebut. Sebuah laporan BBC pada Rabu (3/2/2020) pagi mengungkapkan, perempuan di kamp Xinjiang menjadi sasaran pemerkosaan, pelecehan seksual, dan penyiksaan. Beberapa mantan tahanan dan penjaga kamp mengatakan, mereka mengalami dan melihat langsung bukti pemerkosaan massal, pelecehan seksual, dan penyiksaan yang terorganisasi.

“Kami sangat terganggu dengan laporan itu, termasuk adanya kesaksian langsung tentang pemerkosaan sistematis dan pelecehan seksual terhadap perempuan di kamp-kamp interniran di Xinjiang,” ujar salah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dikutip Reuters, Kamis (4/2/2021).

“Kekejaman ini mengejutkan hati nurani, dan harus dihadapi dengan konsekuensi serius,” kata juru bicara tersebut. Dia menegaskan kembali tudingan AS terhadap China yang telah melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan lainnya di Xinjiang.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, China harus mengizinkan penyelidikan langsung dan independen oleh pengamat internasional, terkait tuduhan pemerkosaan dan kekejaman lain yang dilakukan di Xinjiang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut