Mimbar tersebut juga dilengkapi dengan sebuah tongkat yang dipakai oleh khatib pada saat memberikan khutbah. Sisi kiri dan kanan masjid ada ruang yang disebut pasetren, ruang ini khusus untuk jemaah perempuan.
Masjid Pathok Negoro Plosokuning Yogyakarta Masih Lestarikan Tradisi Sri Sultan Hamengkubuwono I
Pintu gerbangnya berundak 14 yang terbagi dalam tiga bagian, yakni undakan pertama berjumlah tiga, kedua lima dan ketiga enam. Undakan sendiri memiliki arti, tiga undakan pertama berarti Islam itu terdiri dari tiga elemen yakni Iman, Islam dan ikhsan.
Ketua Takmir Masjid Pathok Negoro, Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Kamalludin Purnomo menjelaskan, lima undakan kedua menunjukkan bahwa rukun Islam itu ada lima dan enam undakan ketiga menunjukkan bahwa rukun iman ada enam.
“Mustoko masjid ada gado dengan lambang Alif, sebagai simbol hanya Allah yang disembah. Selain itu, dalam kompleks masjid juga terdapat makam,” katanya, Senin (19/4/2021).
Makam tersebut merupakan makam imam pertama yakni, Kiai Mustafa. Keberadaan makam di dekat masjid ini juga memiliki nilai historis dan filosofis bagi umat Islam, yakni ketika datang ke masjid untuk beribadah sekaligus mengingat kematian dan alam akhirat.