Marak Kegiatan Bersepeda saat Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya
Meskipun begitu, masih ada anggota komunitas sepeda gunung yang kontra pada anggota lain yang memutuskan bersepeda di tengah masa pandemi yang belum usai. Umumnya mereka anggota yang telah lama menjadi pencinta sepeda gunung.
"Kalau yang baru bergabung itu yang susah, soalnya lagi seneng-senengnya. Sudah susah kalau mau dilarang. Cuma bisa diberi imbauan, nasihat terkait protokol kesehatan yang harus ditaati," ucapnya.
Ketua Komunitas Jagowes, Wisnu Wardana, mengatakan fenomena para pesepeda yang memadati jalan seharusnya diberi arahan protokol kesehatan. Pesepeda diimbau untuk menggunakan masker, menjaga jarak saat bersepeda dan membatasi anggota yang bersepeda.
"Menurut kami masih aman bersepeda, kami selama dua bulan kemarin juga sepedaan, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan. Mereka juga patuh," kata Wisnu.
Jika saat normal ada ratusan anggota bersepeda, saat pandemi, komunitas hanya memperbolehkan sekitar 20 orang untuk ikut bersepeda. Kuota itu diisi secara bergilir.
Artikel ini telah tayang di Hariahnjogja.com denga judul "Ini Penyebab Kegiatan Bersepeda Marak di Tengah Pandemi Covid-19"
Editor: Nani Suherni