Keren, Anak Penjual Es Dung-Dung Diterima Kuliah Gratis di UGM
“Pokoknya cukup 30 menit saja,” katanya.
Diterima kuliah di kampus UGM, Rio mengaku akan belajar sebaik-baiknya agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya. Apalagi dia sudah diajarkan mandiri sejak kecil. Bahkan, setiap hari dia terbiasa membantu ibunya membuat bahan es dung-dung.
“Dari kecil sudah diajari untuk mandiri,” katanya.
Orang tua Rio, Encep Cepi dan Masikah saat ini menetap di Abepura, Papua. Namun, keluarga ini aslinya berasal dari Jawa.
Encep berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sementara sang istrinya berasal dari Demak, Jawa Tengah. Keluarga ini merantau ke Papua tahun 2005, setelah sekian puluh tahun sebelumnya jadi penjual sayur di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.
Di Abepura, Encep (47) berjualan es puter atau lebih dikenal dengan nama es dung-dung. Setiap harinya, Encep jalan kaki puluhan kilometer mendorong gerobaknya,menyusuri gang-gang di sekitar pinggiran kota Abepura.
Dari berjualan es puter, Encep bisa membawa uang pulang sekitar Rp200.000-Rp300.000. Namun, bila dipotong dari modal, Encep mendapat penghasilan bersih sekitar sekitar Rp120.000-Rp150.000.