Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanah Bergerak di Sukabumi Meluas, 101 Rumah Rusak dan 367 Warga Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Ini Kata Pakar Geologi UGM soal Fenomena Tanah Bergerak di Sigi-Palu

Rabu, 03 Oktober 2018 - 13:13:00 WIB
Ini Kata Pakar Geologi UGM soal Fenomena Tanah Bergerak di Sigi-Palu
Ahli Geologi UGM Prof Subagyo Pramumijoyo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM Djati Mardiatno melihat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah Sulteng dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih kurang. Daerah tersebut merupakan zona merah rawan gempa yang sudah diidentifikasi sejak lama.

“Mestinya dengan melihat potensi dan ancaman bencana, Pemerintah harus siap. Namun ternyata banyak korban jiwa dan fasilitas roboh,” kata Mardianto.

Musibah ini harus menjadi bahan pembelajaran bagi bangsa ini. Setidaknya gempa telah melanda Aceh, Yogyakarta, Padang, serta Lombok. Masyarakat perlu diberikan pemahaman akan potensi bencana.

Mitigasi bencana perlu diperkuat baik mitigasi struktural berupa penguatan bangunan publik yang tahan gempa, tsunami, maupun likuifaksi. Sementara mitigasi nonstruktural melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam  menghadapi bencana.

“Penataan ruang harus memperhatikan potensi dan ancaman bencana guna meminimalkan risiko akibat bencana,” ujar Mardianto.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut