Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Hakim Vonis Mati Pembunuh dan Pemutilasi 3 Mahasiswi di Pariaman
Advertisement . Scroll to see content

Demokrasi Terancam, UAD: Kondisi Ini Menggugah Kami untuk Ikut Turun Tangan

Senin, 05 Februari 2024 - 15:15:00 WIB
Demokrasi Terancam, UAD: Kondisi Ini Menggugah Kami untuk Ikut Turun Tangan
Pernyataan sikap dan seruan moral Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Yohanes Demo).
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyampaikan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tindakan yang memihak salah satu paslon capres-cawapres. Jokowi dinilai menjadi pemicu pembusukan di demokrasi Indonesia.

Kritik itu disampaikan dalam aksi seruan moral tentang, Menyelematkan Demokrasi Indonesia yang diikuti oleh sejumlah guru besar, dosen dan mahasiswa diwakili oleh Presiden BEM Kampus UAD, Senin (5/2/2024).

Pernyataan UAD dibacakan oleh Dosen Fakultas Hukum UAD, Dr. Immawan Wahyudi. Dalam pernyataan itu mereka menilai belakangan ini begitu banyak pengingkaran akhlak, etika dan sikap kewarganegaraan yang sangat berpotensi merusak prinsip-prinsip demokrasi. 

Apalagi, kata dia semua itu ditunjukkan oleh Presiden Jokowi secara terang-terangan. "Kondisi ini menggugah kami untuk ikut turun tangan. Kami tidak rela jika usaha berpuluh-puluh tahun institusi pendidikan dalam menjaga maruah dan peradaban bangsa, terdegradasi oleh sikap dan ambisi segelintir elite politik," ujar Immawan saat membacakan pernyataan sikap.

Latar belakang kondisi dan situasi demokrasi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, kata dia UAD meminta kepada seluruh penyelenggara negara termasuk presiden, Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan DPR untuk menjaga etika pemerintahan, etika jabatan dan etika pejabat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut