Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Jokowi Sering Yoga Biar Badan Segar usai Joging di Stadion Manahan
Advertisement . Scroll to see content

Akademisi Lintas Kampus di Malang Suarakan Keprihatinan Krisis Etika Moral Pemimpin

Senin, 05 Februari 2024 - 13:55:00 WIB
Akademisi Lintas Kampus di Malang Suarakan Keprihatinan Krisis Etika Moral Pemimpin
Puluhan akademisi dan gabungan masyarakat Malang Raya mengecam minimnya moral dan etika yang diberikan oleh pemimpin negara, Senin (5/2/2024). (Foto: Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Puluhan akademisi dan gabungan masyarakat Malang Raya mengecam minimnya moral dan etika yang diberikan oleh pemimpin negara. Aksi ini digelar di Bundaran Tugu, Malang dengan membacakan sikap dari akademi lintas perguruan tinggi, Senin (5/1/2024). 

Pantauan di lokasi, tampak yang hadir terdiri dari dosen lintas kampus, para wakil rektor sejumlah perguruan tinggi swasta dan perwakilan elemen masyarakat sipil. Kemudian hadir, LSM, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa menyampaikan keprihatinan dan mengancam adanya reformasi jilid dua, jika moralitas dan etika terus digeruskan. 

Perwakilan akademisi Malang Raya Purnawan Dwikora Negara mengatakan, aksi ini dilandasi oleh hilangnya moral dan etika yang dicontohkan oleh para pemimpin negara. Seruan bersama dari 86 elemen masyarakat sipil dan akademisi ini, kata dia dinamakan seruan luhur, sebagai bagian dari mengingatkan hilangnya etika dan moral.

"Pagi ini menyatakan seruan luhur karena kami berangkat dari menyangkut keluhuran budi, etika, sebuah situasi moral etik, yang saat ini sedang tergerus, terdegradasi. Kami namakan seruan masyarakat sipil Malang Raya jilid dua," ujar Dwikora Negara, di Bundaran Tugu Malang, Senin (5/2/2024).

Dia menjelaskan, bila para akademisi dosen-dosen di Malang, baru bergerak karena selama ini sejumlah masukan-masukan di forum akademisi, tidak pernah didengarkan dan dijalankan. Sehingga mereka menunggu waktu ketika saran masukan itu tidak didengar dalam forum-forum formal maka diputuskan untuk bergerak turun ke jalan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut