Catat! Hewan Kurban yang Sakit Juga Harus Dikarantina
YOGYAKARTA, iNews.id - Hari Raya Idul Adha membuat segala bentuk pengawasan makin ditingkatkan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Beberapa tempat penjualan hewan kurban diperiksa kesehatannya, hasilnya beberapa hewan harus dikarantina.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota ini, Sugeng Darmanto mengatakan beberapa lokasi tempat penjualan hewan kurban telah diperiksa. Selain penerapan protokol kesehatan, kesehatan hewan menjadi fokus utama oleh tim pengawas. Hasilnya dari berbagai lokasi penjualan hewan kurban yang diperiksa ditemui beberapa kambing dalam kondisi sakit.
"Beberapa ada yang iritasi atau tidak sehat, harus di karantina selama beberapa hari sampai dimungkinkan sehat," kata Sugeng, Rabu (29/7/2020).
Iritasi yang dimaksud Sugeng yakni, konjungtivitis. Diterangkan Sugeng, konjungtivitis dapat terjadi karena kemungkinan saat pengangkutan hewan dari daerah lain dibawa pakai kendaraan terbuka sehingga terkena angin. Selain itu dia menjelaskan bahwa perbedaan cuaca juga dapat menyebar kondisi iritasi tersebut. Rata-rata hewan yang diperiksa dan mengalami konjungtivitis adalah kambing.
Selain konjungtivitis beberapa hewan juga mengidap diare. Menurut Sugeng hal itu wajar terjadi itu karena perpindahan tempat dan penyesuaian lingkungan. Namun pihaknya memastikan bahwa mayoritas hewan yang diperiksa telah memenuhi syarat powel daging hingga syarat syari.