Bahas Polemik Kata Anjay, UGM Singgung Candaan Asem dan Bajigur dalam Masyarakat Jawa
YOGYAKARTA, iNews.id -Polemik kata Anjay baru-baru ini mengemuka di berbagai media termasuk media sosial serta melibatkan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA). Polemik inipun telah menyedot perhatian publik di tengah pandemi Covid-19.
Terlepas dari polemik yang terjadi, Linguis Sastra Indonesia UGM Suhandono, memberikan pandangannya. Menurutnya, makna kata itu apa yang ada dalam pikiran ketika mendengar atau membaca suatu. Makna ada dalam pikiran bisa berbeda antara orang per orang, tergantung pada pengalamannya.
Demikian pula tentang kata anjay orang bisa memaknainya berbeda-beda. Jika mereka belum tahu dan kemudian diberi penjelasan apa arti kata anjay, mungkin mereka akan menerima penjelasan itu.
“Tetapi meskipun belum tahu orang bisa mengira-ira makna kata berdasarkan pengalamannya," ujarnya, dilansir website resmi UGM, Rabu (2/9/2020).
Dalam kehidupan sehari-hari, kata Suhandano, ada saja kata yang diplesetkan. Demikian pula dengan kata anjay, orang bisa saja menafsirkan sebagai plesetan anjing sehingga bermakna jelek apabila digunakan untuk memaki.