Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Teror Pocong Bawa Celurit Bikin Resah Warga Bangkalan, 3 Orang Ditangkap 
Advertisement . Scroll to see content

Bahas Polemik Kata Anjay, UGM Singgung Candaan Asem dan Bajigur dalam Masyarakat Jawa

Rabu, 02 September 2020 - 08:27:00 WIB
Bahas Polemik Kata Anjay, UGM Singgung Candaan Asem dan Bajigur dalam Masyarakat Jawa
Tangkapan layar trending topic Twitter
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Suhandano, kata anjing dalam makian memiliki makna jelek karena dalam budaya Indonesia anjing dikonotasikan seperti najis, kotor, rakus. Sementara dalam makian orang terkadang memplesetkan kata itu karena tidak sampai hati mengucapkan apa adanya sebab akan terkesan vulgar.

“Demikian juga makian asem dan bajigur dalam masyarakat Jawa, misalnya, maksudnya tentu bukan buah asam dan jenis minuman tentunya," katanya.

Oleh karena itu, kata anjay dan lain yang bisa menimbulkan kesan buruk, dan salah paham sebaiknya dihindari. Meski begitu bila dalam konteks dan orang yang terlibat dalam percakapan sudah saling mengenal dengan baik bisa saja kata-kata semacam itu dipergunakan.

“Konteksnya beda, dalam dunia komedi misalnya, mungkin ada kata yang lebih vulgar dari itu, tapi biasa saja sebab dalam konteks melawak hal yang menyimpang dari hal yang umum bisa dianggap wajar," ujarnya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut