Aktivitas Warga di Srikayangan Kulonprogo Belum Dibatasi meski Jadi Klaster Covid-19
KULONPROGO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo. Desa tersebut diketahui sebagai klaster penyebaran Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan Dinas Kesehatan Kulonprogo sudah melakukan tracing terhadap warga yang memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19 dari Klaster Srikayangan. Klaster Srikayangan menyebabkan lebih dari 10 pasien dari 60 positif Covid-19 di Kulonprogo.
"Namun, kami belum berani melalukan pembatasan aktivitas masyarakat karena masih menunggu hasil swab test terhadap warga di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, ke luar. Saat ini, masih menunggu dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates untuk hasil swab test-nya," kata Fajar Gegana.
Dia mengatakan petugas kesehatan telah melakukan tes swab dan tracing. Namun, masih menunggu hasil dari laboratorium. Gugus tugas akan bergerak cepat, tapi masih terganjal hasil akhir dari hasil akhir swab test warga yang saat ini ada di BBVet.
"Jumat sampat Senin, posisi hari libur. Sehingga, sampai hari ini, kami belum mendapat hasil test dari BBVet Wates. Kami berharap hasilnya negatif, sehingga tidak perlu adanya pembatasan aktivitas masyarakat," katanya.