Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup
Advertisement . Scroll to see content

Aktivitas Warga di Srikayangan Kulonprogo Belum Dibatasi meski Jadi Klaster Covid-19

Rabu, 19 Agustus 2020 - 11:00:00 WIB
Aktivitas Warga di Srikayangan Kulonprogo Belum Dibatasi meski Jadi Klaster Covid-19
ilustrasi Covid-19
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo. Desa tersebut diketahui sebagai klaster penyebaran Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan Dinas Kesehatan Kulonprogo sudah melakukan tracing terhadap warga yang memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19 dari Klaster Srikayangan. Klaster Srikayangan menyebabkan lebih dari 10 pasien dari 60 positif Covid-19 di Kulonprogo.

"Namun, kami belum berani melalukan pembatasan aktivitas masyarakat karena masih menunggu hasil swab test terhadap warga di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, ke luar. Saat ini, masih menunggu dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates untuk hasil swab test-nya," kata Fajar Gegana.

Dia mengatakan petugas kesehatan telah melakukan tes swab dan tracing. Namun, masih menunggu hasil dari laboratorium. Gugus tugas akan bergerak cepat, tapi masih terganjal hasil akhir dari hasil akhir swab test warga yang saat ini ada di BBVet.

"Jumat sampat Senin, posisi hari libur. Sehingga, sampai hari ini, kami belum mendapat hasil test dari BBVet Wates. Kami berharap hasilnya negatif, sehingga tidak perlu adanya pembatasan aktivitas masyarakat," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut