Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Dicopot, Kapolresta dan Kasatlantas Sleman Diperiksa Propam soal Kasus Hogi Minaya
Advertisement . Scroll to see content

7 Penyidik Kasus Klitih Dilaporkan ke Propam, Diduga Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 04 November 2022 - 20:19:00 WIB
7 Penyidik Kasus Klitih Dilaporkan ke Propam, Diduga Lakukan Obstruction of Justice
Sebanyak 7 penyidik Polsek Kotagede dilaporkan ke Porpam Polda DIY. (Foto Ilustrasi : Dok Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id- Penyidik Polsek Kotagede dilaporkan ke Propam Polda DIY. Para penyidik yang menangani kasus klitih atau kejahatan jalanan ini diduga telah melakukan obstruction of justice.

Laporan ini dilakukan oleh Tauffiqrahman, kuasa hukum salah satu terdakwa kejahatan jalanan. Laporan tersebut tertuang dalam Surat Penerimaan Pengaduan Propam Nomor: SPSP2/120/XI/2022/Yanduan.

Mereka menuding penyidik Polsek Kotagede tersebut diduga salah tangkap dalam kasus kejahatan jalanan di sekitar Jalan Gedongkuning, Kotagede, Yogyakarta yang terjadi pada Minggu (3/4/2022) dini hari silam.  

Tak tanggung-tanggung, Taufiq melaporkan tujuh penyidik di Polsek Kotagede yang menangani kasus tersebut. Hari Jumat (4/11/2022), Taufiq melaporkan 7 penyidik tersebut ke Polda DIY atas dugaan obstruction of justice dalam kasus tersebut.

Taufiq menjelaskan obstruction of justice adalah upaya untuk menghalang-halangi proses penyidikan. Hal itu terungkap dari fakta persidangan yang mereka lakukan dengan cara melakukan pengerusakan terhadap alat bukti elektronik berupa rekaman CCTV.

"Laporan ini sesuai dengan pledoi dan duplik yang disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta kemarin," ujar dia. 

Semua penyidik kasus ini mereka laporkan karena kuasa hukum korban tidak bisa menduga siapa yang melakukan obstruction of justice. Sehingga nanti biarlah penyidik propam atau Paminal yang menentukan pelakunya.

"Ya nanti biar dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Propam atau Paminal bisa diketahui siapa pelakunya, termasuk otaknya," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut