Wartawan Senior di Sumut, Sulap Rumahnya Jadi Museum Perjuangan Pers
Dalam perjalanan karirnya, TWH pernah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk meliput pemilihan Presiden Ronald Reagen periode kedua pada tahun 1980-an bersama 27 jurnalis dari seluruh dunia. Di sinilah TWH bisa menginjakkan kaki di Amerika Serikat dan sempat menaiki gedung pencakar langit World Trade Center yang kini sudah runtuh saat peristiwa 11 September 2001.
Tahun 2011, Muhammad TWH mendapatkan "Press Card Number One" atau Kartu Pers Nomor Satu dari PWI Pusat. Tidak semua wartawan senior dapat memilikinya. Press Card Number One adalah bukti bahwa TWH seorang wartawan profesional dengan kompetensi dan integritas tinggi.
Sebagai pejuang, TWH yang pernah menjadi Humas Legiun Veteran RI Sumut, pernah pula menerima penghargaan sebagai Tokoh Kurator Komunikasi Jurnalistik dalam ajang Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 di Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Sebagai seorang wartawan hebat, TWH juga seorang penulis handal. Dia sudah menulis 28 buku sejak tahun 1986. Mulai dari buku "Pertarungan di Front Barat Medan Area" Hingga buku terbaru berjudul Sejarah Pers dan Pendidikan Dasar Perfilman Sumut ".
Dia juga rajin dan hobi mengumpulkan setiap dokumen pers, sejarah, buku-buku, surat kabar tua, foto-foto, nama-nama pejuang dan perannya, kliping koran dan sebagainya. Mulai dari wilayah Aceh, Sumut dan Sumatera Tengah (Sumbar, Riau dan Jambi).
"Harta karun" yang ribuan jumlahnya itulah yang kini memenuhi Museum Perjuangan Pers Sumut. Hebatnya, TWH hafal semua jenis barang yang dikoleksi beserta semua latar belakang sejarahnya.
Kini, TWH memang sedang merindu. Di umurnya yang sudah menginjak 89 tahun, dia rindu ada pihak lain yang akan memindahkan museum dari rumahnya. Dia ingin, agar sejarah Pers di Sumut dan Sumatera bahkan di Indonesia tidak hilang begitu saja. Jika kelak dia sudah tiada, semua dokumen penting tersebut bisa terawat dan terjaga sepanjang masa.
Editor: InewsTv Henri Sianturi