Hingga kini, belum ada pernyatan resmi dari Pemkab Madina atas penolakan dai asal Yogyakarta itu. Aksi penolakan ceramah Gus Muwafiq itu terjadi di beberapa daerah. Teranyar, Gus Muwafiq ditolak tausiah pada Harlah ke-94 NU di Masjid Gedhe Kauman.
Acara Harlah NU di masjid komplek Keraton Yogyakarta itu pun akhirnya dipindahkan demi kemaslahatan bersama.
Sebelumnya, Gus Muwafiq sudah beberapa kali meminta maaf dan mengklarifikasi isi tausiahnya yang dinilai sebagian masyarakat sebagai bentuk penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Tuduhan penistaan itu terjadi saat Gus Muwafiq mengisi ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Purwodadi.
Pada intinya, dia meminta maaf kepada umat Islam yang merasa isi ceramahnya tidak tepat. Dia sama sekali tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad dan menegaskan kecintaannya pada Rasulullah.
“Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta sama Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah,” kata Gus Muwafiq dalam klarifikasinya.
Editor: Kastolani Marzuki