Trauma dan Stres, Bocah Dicabuli 10 Orang Bertopeng di Medan Jalani Pemeriksaan Psikologi
MEDAN, iNews.id - Bocah yang dicabuli 10 orang bertopeng di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), hingga kini masih stres dan mengalami trauma berat. Korban RAP mulai menjalani pemeriksaan psikologi pascakejadian memilukan itu.
Bocah tersebut menjalani pemeriksaan psikiatri di Kantor Psikolog Mirnauli Consulting, Jalan D.I Panjaitan, Kota Medan, Sabtu (4/9/2021). Dia didampingi ibu kandung, kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Irwansyah Nasution serta Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kabupaten Deliserdang.
Setelah menjalani sejumlah sesi pemeriksaan dan konseling, Direktur Consulting Irna Minauli mengatakan, kondisi RAP mengalami trauma pascakejadian yang dialaminya.
"Ditandai dengan rasa jijik pada diri sendiri, muntah dan mual. Jadi ini merupakan tanda awal si anak mengalami traumatik dan gangguan stres setelah kejadian. Biasanya anak yang jadi korban kekerasan seksual bila tidak ditangani dengan baik bisa menjadi pelaku hal yang sama," kata Minauli.
Untuk melakukam rehabilitasi terhadap korban, kata Mirnauli, dibutuhkan proses yang panjang dan serangkaian terapi psikologis. "Paling tidak selama enam bulan," kata Mirnauli.