"Si pasien demam dan dijemput, lalu ditangani di RSUD Tarutung oleh tim dokter radiologi, paru dan penyakit dalam," ujar dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien tidak menunjukkan gejala pneumonia identik korona. Namun pasien punya penyakit penyertaan lain, yakni demam dan pencernaan.
"Setelah kita cek darah, ternyata menunjukkan gejala klinis DBD dan typus. Kalau untuk pneumonia sesuai protokol, akan tetap kita pantau selama 14 hari ke depan," kata dia.
Dokter spesialis paru di rumah sakit tersebut, Herbet Hutagaol membenarkan, ada pasien yang tengah dirawat, gejala klinisnya tidak mengarah ke virus korona atau COVID-19.
"Namun karena sesuai prosedur dan pasien punya riwayat perjalanan dari negara endemik, pasien dalam pemantauan. Itu prosedur yang harus dijalankan," ujarnya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal