Napi Narkoba yang Divonis Seumur Hidup Ini Jadi Guru Ngaji di Lapas Tanjung Gusta
Dengan hukuman seumur hidup, Kamarudin juga bukan salah satu warga binaan yang mendapat bekal pelatihan dan keterampilan. Sebab, Program Kementerian Hukum dan HAM itu ditujukan agar warga binaan dapat berbaur dan kembali ke masyarakat saat bebas. Hal ini tidak berlaku bagi Kamarudin yang divonis seumur hidup.
Kendati demikian, Kamarudin tidak ingin berputus asa. Dia tetap berupaya mengabdikan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang di sekitarnya.
“Dulu berawal dari 10 orang sesama warga binaan yang ingin belajar ngaji. Sekarang pesertanya sudah 200 orang yang saya ajarkan mengaji,” katanya, Rabu (6/5/2020).
Perilaku baiknya mendapat apresiasi dari petugas lapas. Kamarudin diupayakan untuk mendapat perubahan hukuman.
"Bapak ini kelihatan agamanya dalam, sopan, rajin mengaji, sederhana dan selalu aktif mengikuti kegiatan lapas di masjid. Kami sudah mengikutkan usulan perubahan dari penjara seumur hidup menjadi hukuman sementara untuk Pak Kamarudin,” ujar Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Medan Tiwa Sembiring.
Editor: Donald Karouw