Namanya Dicatut untuk Penipuan Investasi Bodong, Warga Medan Mengadu ke Polisi
"Dan akhirnya kenapa saya melakukan pelaporan ini sebenarnya dari kemarin sudah banyak yang bilang, bang apa itu kamu aku cuma bilang tidak," katanya.
Di kantor polisi, Fajar dan pihak kepolisian melakukan konseling atas kasus kejahatan cyber ini oleh penyidik di ruang Satreskrim Polrestabes Medan. Dia juga meminta masyarakat agar jangan sampai tertipu investasi bodong yang mengatasnamakannya.
"Saya sudah buat klarifikasi di sosial media saya (Instagram) karena di sini follower saya ada 29,4 ribu. Aku sudah masukin nomor WA (WhatsApp) ku cuma satu (+62 821-6503-1232) selain dari nomor itu, semua penipuan," ucapnya.
Fakar juga meminta masyarakat jangan terlalu percaya dengan iming-iming keuntungan besar dalam bisnis trading, yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam beberapa hari.
"Kepada masyarakat jangan terlalu mendengar iming-iming kita-kan bermain secara logika, karena pada faktanya walaupun saya melakukan suatu trading saya di sini buat buku, saya buat website media pembelajaran online gratis dan berbayar. Ada bikin YouTube juga dan itu gratis itu semua bisa diakses," ujarnya.
Dia meminta warga untuk tidak mudah percaya kepada oknum penipu yang menawarkan jasa investasi dengan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat.
"Jadi kalau ada yang menawarkan jasa investasi 1 juta dalam dua hari jadi Rp 3 juta itu sangat mustahil. Kami aja yang trading itu hanya 10 persen dari modal itu perbulan. Jadi bila kita letakin uang kita Rp1 juta untuk trading satu bulan itu (keuntungan) Rp100.000 itu paling banyak. Itu secara logikanya," ucapnya.
Editor: Stepanus Purba_block