Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, 2 Orang Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Kompol Fahrizal Ditempatkan di Kelas 1

Rabu, 18 April 2018 - 18:03:00 WIB
Dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Kompol Fahrizal Ditempatkan di Kelas 1
Tersangka penembakan, Kompol Fahrizal saat diamankan Polda Sumut. (Foto: iNews.id/Rudi Hermansyah)
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id - Kompol Fahrizal, pelaku penembakan terhadap adik iparnya sendiri di Medan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, Medan. Tersangka rencananya akan dirawat selama dua minggu untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Di RSJ tersebut, Kompol Fahrizal ditempatkan di kamar kelas 1, terpisah dari pasien lainnya.

Direktur RSJ Prof Dr M Ildrem, Chandra Syafei SpoG membenarkan bahwa Kompol Fahrizal dirawat di rumah sakit jiwa. Namun demikian Chandra mengatakan tak mengetahui pasti alasan polisi melakukan pembantaran ke RSJ. Hanya saja katanya, untuk mengetahui kondisi kejiwaannya, Kompol Fahrizal akan ditangani oleh tim persatuan dokter jiwa.

"Kami nggak tahu, karna menurut informasi Kompol Fahrizal ini mau ditangani tim persatuan dokter jiwa. Sebenarnya kalau di Polda itu kan ada dokter jiwanya juga, mungkin karena penting. Kami juga belum tau ini, namanya setiap pasien yang datang pasien apapun dia kami terimalah di sini mana indikasi rawat inap, mana pasien rawat jalan," kata Chandra saat dihubungi wartawan, Rabu (18/4/2018).

Saat ini lanjutnya, pihaknya belum mengetahui pasti kondisi kejiwaan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan ini. Sebab katanya, Kompol Fahrizal baru masuk ke RSJ, pada Senin 15 April, 2018 lalu. "Belumlah baru masuk itu, baru ditangani tim belum ada laporan sama kami. Nanti kalau sudah lengkap diagnosanya apa, baru kami tau kondisi kejiwaannya bagaimana," katanya.

Selain itu, lanjut Chandra, penanganan tersangka akan ditangani secara tim. Mengingat kasus yang dialaminya, butuh penanganan yang lebih khusus. "Semua yang menangani pasien kan kami yang tangani. Cuma memang ada juga satu-satu yang perlu penanganan tim. Mungkin karena terlalu banyak terekspos ke publik jadi perlu penanganan tim ya terserah," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut