Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dikawal Ketat Petugas, Tersangka Narkoba Nikahi Kekasih di Polres Salatiga
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Orang Batak Dilarang Menikah dengan Suku Jawa? Mitos atau Fakta

Kamis, 17 November 2022 - 18:51:00 WIB
Benarkah Orang Batak Dilarang Menikah dengan Suku Jawa? Mitos atau Fakta
Ilustrasi pernikahan adat Batak. (Foto : ANTARA JABAR/Novrian Arbi)
Advertisement . Scroll to see content

Sihol Situmorang, seorang tetua ada Batak Toba di Medan menjelaskan, jika di dalam adat Batak Toba, ada dikenal Tradisi Mangain. Tradisi ini dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan marga bagi calon pengantin dari etnis non-Batak yang akan menikah dengan orang Batak. 

"Tradisi Mangain masyarakat Batak Toba ini dibuat dulu adatnya atau resepsi sebelum acara pernikahan yang disebut resepsi pengangkatan anak. Tidak bisa pernikahan dilakukan sebelum ada marganya di dalam pernikahan adat Batak ini, sehingga harus sah marganya dan barulah bisa dilakukan acara tradisi Mangain ini menuju pernikahan dengan menentukan orang tua angkatnya," ujar Sihol.

Terkait karakter dan agama orang Batak yang bertolak belakang dengan orang-orang etnis Jawa, Sihol menilai hal tersebut tak relevan dijadikan mitos larangan menikah di antara orang Batak dan Jawa. Karena sejak masuknya agama ke wilayah Tapanuli dan sekitarnya, masyarakat telah terfragmentasi ke sejumlah agama. 

"Jadi mungkin mitos itu muncul karena itu. Orang Batak enggak boleh menikah dengan etnis lain. Harus menikah dengan Batak. Padahal siapa saja bisa diberikan marga Batak lewat proses penganakan itu. Kalau agama, di Tapanuli Selatan (subetnis Angkola Mandailing) dan Karo, masyarakat terbiasa hidup berdampingan berbeda agama," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut