Benarkah Orang Batak Dilarang Menikah dengan Suku Jawa? Mitos atau Fakta
"Kalau secara keseluruhan subetnis Batak saya tidak tahu (ada mitos larangan) . Tapi kalau di Karo (salah satu subetnis Batak) setahu saya enggak ada. Percampuran suku di dalam keluarga sudah terjadi sejak lama. Seperti di keluarga saya yang suku Karo, kami ada yang menikah dengan Jawa, Minang dan suku-suku lainnya," ujar Sri saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (17/11/2022).
Namun menurut Sri, di sejumlah subetnis Batak ada tradisi menikah dengan sepupu. Secara antropologis, pernikahan dengan sepupu ini dianggap sebagai pernikahan ideal (preferred marriage).
"Di orang Batak ada istilah Pariban atau dengan sebutan lain. Jadi seorang pria dari marga tertentu disarankan menikah dengan perempuan anak dari saudara laki-laki ibunya. Ini yang disebut preferred marriage," katanya.
"Perkawinan model ini tujuannya untuk terus menyambung tali silaturahmi antara keluarga ayah dan keluarga ibu. Tapi sekarang ini banyak juga yang tidak mau mengikuti model itu," ucapnya lagi.
Selain itu kata Sri, ada pula tradisi 'meng-anak-an' calon pengantin Batak yang berasal dari etnis non-Batak. Biasanya pengantin wanita yang bukan berasal dari etnis Batak akan diberikan marga sesuai dengan marga ibu dari calon suaminya.