Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buron Sejak April, Pelaku Penyiraman Air Keras di Palembang Ditangkap Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Tukang Instalasi Listrik Bodong Beredar di Palembang, AKLI Perketat Pengawasan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:00:00 WIB
Tukang Instalasi Listrik Bodong Beredar di Palembang, AKLI Perketat Pengawasan
Sekretaris Umum DPC AKLI Kota Palembang, Muhammad Iqbal. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id  - DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kota Palembang akan memperketat pengawasan terhadap anggotanya. Hal ini menyusul banyaknya usaha di bidang pemasangan dan pembangunan instalasi listrik gedung dan pabrik saat ini yang tidak memiliki sertifiikat laik operasi (SLO) resmi.

Sekretaris Umum DPC AKLI Kota Palembang, Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya telah membentuk dan menerjunkan tim investigasi untuk menertibkan adanya pelaku pemasangan instalasi nakal yang merugikan konsumen.

"Kita ingin melindungi pengguna listrik agar instalasi yang dirakit sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011. Sementara di lapangan banyak ditemukan instalasi listrik yang tidak standar namun memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan dipasang Kwh meter. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat yang sudah mengeluarkan uang untuk mendapatkan instalasi listrik yang handal, aman dan ramah lingkungan," ujar Iqbal Jumat (30/7/2021).

Hal ini juga disampaikannya pada rapat kerja terbatas bersama pengurus DPC AKLI Kota Palembang terkait persiapan implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No: 05 tahun 2021 tentang penyelenggaran jasa usaha beresiko tinggi subsektor ketenagalistrikan di kantor DPC AKLI Palembang, Jumat (30/7/2021).

Menurut Iqbal, banyaknya SLO yang diduga bodong tersebut dikeluarkan oleh oknum Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) yang ada di Palembang. Tentunya hal ini akan dilaporkan ke pihak berwajib. Karena data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa sebagian besar kebakaran yang terjadi selama ini diakibatkan dari korsleting listrik. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut