Terdampak Pandemi, 78.000 Perempuan di Negara Ini Jadi Janda
KUALA LUMPUR, iNews.id - Hampir 78.000 pasangan suami istri di Malaysiabercerai selama pandemi menghantam. 66.000 ribu lebih di antaranya pasangan muslim.
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didominasi alasan ekonomi. Dia mengakui pandemi yang memicu penerapan pembatasan termasuk lockdown memberikan tekanan pada pasutri serta keluarga mereka.
“Krisis Covid-19 membuat pemerintah menerapkan MCO (perintah kendali pergerakan) sejak Maret tahun lalu, dan masyarakat, terutama kalangan berisiko, disarankan untuk tinggal di rumah demi memprioritaskan kesehatan dan nyawa mereka. Hidup di bawah new normal terlihat berdampak pada beberapa aspek kehidupan, terutama institusi keluarga," kata Ismail.
Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional melakukan survei berjudul 'Beban dan Tantangan Dihadapi Orangtua Menghadapi Gelombang Baru Pandemi Covid-19' tahun ini guna mengukur dampak pada pasutri.
Survei tersebut melibatkan 1.148 pasutri yang memiliki anak berusia 7 hingga 24 tahun, dilakukan antara 5 hingga 14 Maret.