Terdampak Pandemi, 78.000 Perempuan di Negara Ini Jadi Janda
“Menurut survei, 80 persen responden mulai merasakan impitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan mental, selama gelombang ketiga pandemi dan setelah penerapan perintah kendali pergerakan (MCO 2.0),” ujarnya.
Pada aspek ekonomi keluarga, 28 persen responden mengatakan kondisi keuangan keluarga memburuk dibandingkan dengan gelombang Covid-19 dan penerapan MCO sebelumnya.
Survei tersebut juga mengungkap, 84,1 persen responden menderita tekanan emosional seperti cemas, gugup, dan khawatir selama gelombang ketiga wabah dan penerapan MCO kedua.
Disebutkan pula, 63 persen pasutri menderita depresi dan efeknya mengakibatkan 20,4 persen orangtua sulit mengendalikan emosi.
“Diikuti dengan sulit tidur (16,8 persen) atau sakit kepala terus-menerus dan sakit perut (15,8 persen),” kata Ismail.
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyebut hampir 78.000 pasutri di negara itu bercerai selama pandemi Covid-19 atau sejak Maret 2020 hingga Agustus 2021.
Editor: Berli Zulkanedi