Ngeri, Pekerja Kebun di OKI Sumsel Ditembaki OTK Pakai Senjata Api
"Pukul 21:00 kami mulai melakukan aktivitas replanting. Hingga satu jam lebih, masih lancar. Kemudian 22:30 ada mobil double cabin yang lewat dengan mematikan lampunya. Tak lama kemudian mobil tadi kembali bersama lima mobil lainnya," ujarnya.
Karena merasa melakukan replanting ini merupakan kewajiban perusahaan yang diamanahkan negara kepada PT SWA, William dan tim terus menebang pohon sawit yang sudah tidak produktif tersebut.
"Pas mereka sampai, turun dari mobil langsung menembaki kami. Dari suaranya sepertinya senjata mereka semua laras panjang. Suaranya benar-benar kencang semua, diberondong peluru laras panjang kami," ujar Wiliam.
"Mobil itu datang dari arah Desa Sodong. Mobilnya ada yang Fortuner. Macam-macam mobilnya, double kabin semua. Satu mobil sekira 6 orang isinya," katanya.
Setelah penembakan, mereka lari dan menyelamatkan alat berat yang dipakai untuk bekerja.