Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anggota DPRD Lahat Ditahan Polda Sumsel terkait Sengketa Lahan 
Advertisement . Scroll to see content

Nama-Nama Rumah Adat di Sumatera Selatan, Nomor 2 Pernah Tercetak di Uang Kertas

Rabu, 24 Agustus 2022 - 14:56:00 WIB
Nama-Nama Rumah Adat di Sumatera Selatan, Nomor 2 Pernah Tercetak di Uang Kertas
Rumah rakit yang terdapat di Sungai Musi Palembang. (Foto: pariwisata indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

Namun Rumah Limas yang dibangun di masa Kesultanan Palembang Darussalam tersebut, juga sarat akan nilai-nilai budaya Islam. Tiang-tiang kokoh yang menyangga bagian bawah Rumah Limas pun menggambarkan bagaimana hunian ini beradaptasi dengan kontur daerah Palembang. Di masa lalu, hingga 75 persen kawasan Palembang merupakan rawa atau perairan.

Rumah limas yang paling populer dan pernah dicetak pada uang kertas Rp10.000. (Foto: budaya indonesia)
Rumah limas yang paling populer dan pernah dicetak pada uang kertas Rp10.000. (Foto: budaya indonesia)

Di dalam Rumah Limas, ada berbagai tingkatan yang juga sarat akan filosofi kehidupan. Tingkat pertama disebut pagar tenggalong, tingkatan kedua disebut Jogan, yang menjadi ruang penjagaan untuk prajurit. 

Tingkatan ketiga yaitu ruang gegajah, di mana ruangan ini khusus untuk tamu kehormatan atau orang yang dituakan. Lalu, di tingkatan ke empat yaitu ruang kerja yang digunakan untuk memasak, menenun dan aktifitas lainnya. Sedangkan tingkatan ke lima disebut Sesimbur Pengantin, yang biasanya lebih dekat dengan sumber air. Tingkatan ini juga biasanya digunakan untuk toilet di masa lalu, agar bisa lebih dekat dengan Sungai Musi.

3. Rumah Cara Gudang 

Beberapa wilayah juga hanya menyebut rumah ini sebagai rumah gudang. Rumah adat ini masih satu rumpun dengan rumah limas yang mana tergolong sebagai rumah iliran, namun juga terdapat di beberapa daerah ulu seperti Kabupate Musi Rawas. 

Sebagai contoh, di Desa Maru Baru, Kecamatan Rupit, Musi Rawas Utara (Muratara) terdapat satu rumah adat cara gudang yang masih berdiri. Namun kondisinya mulai usang butuh perbaikan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut