“Saya punya utang hampir Rp100 juta, Rp95 juta. Tadinya untuk bisnis jual beli mobil. Saya memang dekat dengan korban, kawan kerja,” ujar Yudi di Mapolda Sumsel.
Yudi lalu merencanakan pembunuhan korban bersama tiga orang lainnya. Sebelum membunuh korban pada 9 Oktober lalu, dia dan pelaku lain memberikan air mineral yang sudah dicampur obat tetes mata kepada korban. Setelah tak sadarkan diri, korban dijerat di dalam mobil.
“Biar dia lemas, akhirnya dicekik dan setelah itu dikubur,” ujar Yudi.
Selain Yudi, polisi juga menangkap satu pelaku lain yang berperan sebagai menjerat leher korban menggunakan tali. Ilyas yang duduk di mobil tepat di belakang korban mengaku hanya disuruh oleh paman Yudi bernama Novi untuk menjerat leher korban. “Yang menyuruh Yudi sama Novi,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih mengejar dua pelaku lain. Salah satunya, paman kandung pelaku bernama Novi, yang kesehariaannya bekerja sebagai penggali kubur di lokasi kejadian.
Apriyanita sebelumnya dilaporkan hilang sejak lebih dari dua minggu lalu, tepatnya 9 Oktober lalu. setelah pencarian, polisi menemukan korban sudah tewas. Mayatnya dikuburkan dan dicor semen di kedalaman 1 meter di TPU Kandang Kawat Kota Palembang, Jumat (25/10/2019).
Saat menggali, polisi pertama kali melihat lutut korban dan kakinya terikat. Korban juga masih mengenakan pakaian lengkap.
Editor: Maria Christina