Weekend Story: Akhir Pelarian Pembunuh Gadis Penjual Gorengan, Hukuman Mati Menanti ?
Menurutnya, hukuman seberat apapun hampir tidak berpengaruh pada perbuatan seseorang karena biasanya kejahatan itu terjadi ketika puncak keinginan bertindak melawan hukum itu terjadi.
"Jika jiwa sama sekali kosong dari nilai-nilai agama maka manusia hampir tidak ada bedanya dengan setan," ucapnya.
Dia menuturkan, seseorang terjebak menjadi penjahat kambuhan karena kurangnya aktivitas dalam mengarungi kehidupan. Konsentrasi orang itu, lanjut dia hanya pada nafsu birahinya, hampir tidak ada hal lain yang menjadi perhatian dan tanggung jawabnya.
"Melihat realitasnya seharusnya menjadi perhatian para hakim di pengadilan. Kendalanya ada hukuman maksimal yang tidak boleh dilewati tanpa pertimbangan yang cermat dan detail. Karena itu hakim punya kebebasan memutus hukuman sepanjang ada pertimbangan yang kuat mendukungnya, termasuk menjatuhkan hukuman maksimal, mati," katanya.
Sementara itu, Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Ida Ruwaida Noor menjelaskan, orang yang mempunyai kelainan seksual, sehingga ketika sudah dihukum pun, belum tentu menimbulkan efek jera. Termasuk tersangka pembunuh gadis penjual gorengan itu yang merupakan residivis.