Wagub Sumbar Ingin Semua Warganya Diungsikan dari Wamena Papua
Opsi pemulangan dengan sumbangan warga Sumbar masih akan dibicarakan lanjut bersama stakeholder terkait.
“Saya minta mereka buat data. Berapa yang minta tetap bertahan dan berapa yang mau pulang ke Sumbar. Kita akan rapatkan bersama dengan Pak Gubernur. Kalau mau pulang urus dulu surat-surat di sini, jangan sampai anak mereka tidak bisa sekolah,” kata Nasrul, Minggu (29/9/2019). 
Saat menjenguk korban kerusuhan Wamena, Nasrul berkali-kali menghela napas panjang mendengar cerita tragedi yang menimpa warganya di Wamena. Nasrul pun tampak mencoba menenangkan diri agar tidak larut dalam kesedihan.
Sementara itu, sejumlah pungungsi asal Sumbar yang lukaluka akibat kerusuhan di Wamena masih dirawat intensif di posko pengungsian Tabita.
Hingga Minggu sore, 1.000-an lebih pengungsi Wamena telah tiba di Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura. Gelombang pengungsi ini masih akan bertambah karena ada sekitar 1.000-an warga yang terus memadati posko pengungsian dan Bandara Wamena, Jayawijaya untuk diangkut pesawat Hercules TNI AU.
Sebelumnya 10 orang perantau Minang meninggal dalam kerusuhan di Wamena. Delapan jenazah dipulangkan ke kampung halaman dan dua jenazah dimakamkan di Papua.
Meski kondisi di Wamena disebut mulai kondusif, namun trauma masih tersisa pada para perantau itu. Sebagian disebut ingin pulang saja ke Padang.
Editor: Kastolani Marzuki