Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prostitusi Online di Hotel Manado Berujung Pengeroyokan dan Penikaman, 16 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Pemakaman Covid-19, Keluarga PDP di Manado Ngamuk dan Ambil Paksa Jenazah

Selasa, 02 Juni 2020 - 11:32:00 WIB
Tolak Pemakaman Covid-19, Keluarga PDP di Manado Ngamuk dan  Ambil Paksa Jenazah
Warga dan keluarga saat membawa paksa jenazah PDP Covid-19 dalam kamar mayat RSU Pancaran Kasih, Kota Manado. (Foto: iNews/Jefry langi)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menjelaskan, masing-masing pasien Covid-19 yang meninggal ditangani sesuai agamanya.

"Kebetulan yang meninggal pasien beragama Muslim jadi kami menggunakan prosedur penanganan sesuai Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim untuk kasus Covid-19," katanya.

Pada pasal 7 dalam Fatwa MUI tersebut, jenazah harus dimandikan, dikafani dan disalatkan pemuka agama. 

"RS kami punya kebijakan untuk memberikan insentif kepada yang mengurus jenazah karena ini bukan pasien Muslim pertama yang meninggal. Hal ini mengingat mereka menanggung risiko yang besar tertular dan wajib mengenakan APD lengkap level 3. Jadi per orang diberikan insentif Rp500.000," ucapnya.

Dalam kasus ini, yang memandikan, mengkafani dan menyalatkan hanya satu orang dari biasanya tiga orang sehingga masih ada tersisa dua insentif.

"Pegawai saya melapor bagaimana dengan dua insentif yang tersisa, lalu saya sampaikan berikan kepada siapa saja di situ dan kebetulan ada keluarga. Namun keluarga tak menerima dan justru terjadi salah paham. Kalau pun kami salah, kami minta maaf. Tapi dari lubuk hati yang terdalam kami hanya menjalankan kebijakan," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut