Tolak Pemakaman Covid-19, Keluarga PDP di Manado Ngamuk dan Ambil Paksa Jenazah
Lalu pukul 17.50 Wita, keluarga bersama masyarakat yang telah membawa jenazah langsung menuju rumah duka di Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I untuk memandikan dan menyalatkan serta persiapan pemakaman.
Wati Wahid, istri almarhum mengatakan, suaminya masuk rumah sakit RSU Pancaran Kasih dengan keluhan asam urat pada Rabu (27/5/2020). Kemudian setelah dilakukan rapid tes, hasilnya nonreaktif. Namun setelah beberapa hari tanpa melalui tes swab, pasien diminta segera dipindahkan ke ruang isolasi lantaran berstatus PDP Covid-19, namun keluarga tetap menolak.
Merespons kejadian yang menyita perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut) lantaran telah viral di media sosial, Direktur Utama RSU Pancaran kasih Frangky Kambey menyampaikan klarifikasi terbuka. Dalam penyampaiannya, dia atas nama direksi dan karyawan RSU Pancaran Kasih turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum.
Dia mengatakan, setiap pasien yang masuk ke RS dengan status ODP, PDP atau positif Covid-19 langsung dinotifikasikan ke Gugus Tugas Kota Manado melalui Dinas Kesehatan. Begitu pun jika pasien meninggal, kembali dinotifikasi dan ditangani dengan protokol Covid-19 karena saat ini situasi wabah.
"Saya sudah menghubungi Ketua Gugus Tugas Manado dalam hal ini Wali Kota GSVL dan disarankan agar menyampaikan klarifikasi," ujar Kambey.