KSAD Dudung Beri Penghargaan kepada RSUP Prof Kandou Manado
"Semua ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya," katanya.
Dia mengatakan operasi pemisahan bayi kembar siam ini adalah operasi yang pertama kali dilakukan oleh Tim RSUP Prof Kandou Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
"Operasi ini jarang dilaksanakan dan merupakan operasi yang cukup sulit dan beresiko tinggi, tapi semua ini berkat Tuhan Yang Maha Kuasa dan Puji Tuhan operasi bisa berjalan dengan baik," katanya.
Selain penghargaan kepada RSUP Prof Dr RD Kandou, Kasad juga memberikan penghargaan kepada dua prajurit Korem 132/Tadulako yang berprestasi yaitu Sertu Mustakim Babinsa 1311-05 Kodim 1311/Morowali atas keberhasilan menggalang masyarakat sehingga menyerahkan senjata api Jenis SKS (Samozaryadnyi Karabin Sistem Simonova) 1 pucuk Meriam Putar Lantaka , 103 butir Munisi Kal 7,62 mm dan 1 buah Magazen.
Serta Kopda Sigit Satrya Tefa anggota Kompi Senapan-B Yonif 714/Sintuwu Maroso telah menorehkan prestasi juara pertama kelas 75 Kg kategori Amatir-Profesional Kejurnas Muaythai 2021/Liga Nasional.
Hadir pada saat tersebut Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam Harsali Lampus beserta tim Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI M Luthfie Beta, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny Masengi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI BMukhlis, para Asisten Kasdam XIII/Merdeka dan pejabat utama Kodam XIII/Merdeka.
Editor: Cahya Sumirat