Imbas Perang Rusia-Ukraina, Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Negara-negara Barat dengan lebih banyak akses ke pertanian juga akan dirugikan. Konsumen di sana telah terkena imbas naiknya harga dan situasinya akan semakin memburuk.
Bahkan sebelum Rusia menginvasi Ukraina, sistem pangan global telah tegang. Rantai pasokan yang kacau dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi telah mendorong harga pangan ke level tertinggi dalam sekitar satu dekade. Keterjangkauan juga menjadi masalah setelah pandemi membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.
World Food Programme PBB menyebut, jumlah orang di ambang kelaparan telah melonjak menjadi 44 juta dari 27 juta pada 2019. Konflik antara Rusia dan Ukraina, yang keduanya memainkan peran penting dalam sistem produksi pangan global yang dikalibrasi dengan cermat akan memperburuk situasi.
Harga gandum global telah jatuh dari rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, tetapi tetap tinggi. Harga gandum diperkirakan akan tetap seperti itu untuk beberapa waktu, menurut analis komoditas Rabobank Carlos Mera.
Musim tanam gandum, yang akan dimulai di Ukraina akan terganggu oleh perang.