Imbas Perang Rusia-Ukraina, Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Situasi ini menjadi alarm bagi para ahli kesehatan global. Harga jagung, kedelai, dan minyak sayur juga melonjak.
Menteri pertanian negara-negara G7 mengatakan pada akhir pekan lalu, mereka tetap bertekad untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencegah dan menanggapi krisis pangan. Namun karena khawatir kekurangan pangan, negara-negara tersebut memprioritaskan kebutuhan dalam negerinya.
Mesir baru saja melarang ekspor gandum, tepung, lentil dan kacang-kacangan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas cadangan makanan di negara bagian terpadat di dunia Arab itu. Indonesia juga memperketat pembatasan ekspor minyak sawit, yang merupakan komponen dalam minyak goreng serta kosmetik dan beberapa barang kemasan seperti cokelat. Mereka adalah produsen produk terbesar di dunia.
Para menteri G7 meminta negara-negara untuk menjaga pasar makanan dan pertanian mereka tetap terbuka dan untuk menjaga dari tindakan pembatasan yang tidak dapat dibenarkan pada ekspor mereka.
"Setiap kenaikan lebih lanjut dalam harga pangan dan volatilitas di pasar internasional dapat mengancam ketahanan pangan dan gizi pada skala global, terutama di antara yang paling rentan yang tinggal di lingkungan dengan ketahanan pangan yang rendah," kata mereka dalam sebuah pernyataan.