Dukung Kebijakan Pengendalian Inflasi, BI Gorontalo Serahkan Bantuan ke Petani
Program itu melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri serta bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya secara terintegrasi.
"Upaya yang dilakukan Bank Indonesia ini juga diharapkan dapat memberikan 'multiplier effect' sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para petani klaster beras di Provinsi Gorontalo," ujar Rony.
Menurut Rony, hadirnya Vertical Dryer Unit atau mesin pengering mampu menjawab kendala petani Gorontalo dalam proses penjemuran hasil panen yang kurang optimal. Karena saat ini para petani masih menggunakan metode tradisional, tergantung oleh faktor cuaca seperti sulitnya mengeringkan gabah ketika masuk musim penghujan, dan masing mengandalkan tenaga manusia.
"Kami berharap dengan pemanfaatan teknologi Vertical Dryer Unit ini, proses pengeringan gabah nantinya menjadi lebih efisien karena mampu memproses enam ton gabah basah dengan waktu delapan sampai dengan 10 jam saja, serta tentunya dengan mengoperasikan mesin ini mampu memperbaiki kualitas hasil panen dan meningkatkan kuantitas produksi yang lebih tinggi," katanya.
Selanjutnya, hadirnya Rice Milling Unit atau mesin penggiling padi diharapkan menjadi sarana pemanfaatan teknologi mesin penggilingan terintegrasi yang mendukung peningkatan kualitas mutu terbaik beras dan mengurangi tingkat kehilangan hasil beras dengan kapasitas 1,7 ton per jam.