Belum Miliki Tempat Pemrosesan, SBW Sulut Kualitas Ekspor Dikirim via Domestik
“Harapan kami, dengan mengekspose potensi SBW Sulut, dapat menarik para investor agar mau berinvestasi di sini. Katakanlah investor tersebut membangun tempat pemrosesan SBW agar nilai jual dari produk meningkat hingga tiga kali lipat sehingga dapat menjadi penopang baru dalam membangun sektor perekonomian daerah Sulut," ujarnya.
Terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, menyebutkan eksportasi komoditas pertanian di 2022 ini akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, sesuai dengan tujuan Gerakan Ekspor Komoditas Pertanian Tiga Kali Lipat (Gratieks), karenanya harus melakukan terobosan untuk akselerasinya.
Sebagai informasi, dari rilis BPS mencatat adanya peningkatan ekspor pertanian hingga bulan Februari tahun 2022 sebesar 11,45 persen (YoY).
Secara khusus data IQFAST Barantan menunjukan selain SBW yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 20 persen, yakni secara nasional mencapai 81,2 ton dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 67,7 ton saja.
Komoditas asal sub sektor perkebunan, kelapa bulat dan santan juga menunjukan tren peningkatan masing-masing 60,9 persen dan 11,9 persen.
“Strategi akselerasi ekspor ini salah satunya dengan menggali potensi daerah dan membagi informasi kepada para investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi, terlebih SBW ini dimana potensi Indonesia sangat besar,” ujar Bambang.
Editor: Cahya Sumirat