Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Maudu Lompoa, Tradisi Maulid Nabi di Takalar Dimulai Datangnya Syekh Jalaluddin

Kamis, 21 September 2023 - 17:18:00 WIB
Sejarah Maudu Lompoa, Tradisi Maulid Nabi di Takalar Dimulai Datangnya Syekh Jalaluddin
Sejarah Maudu Lampoa, tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

Secara etimologis, Maudu Lompoa terdiri dari dua kata, yakni Maudu yang berarti Maulid dan Lompoa berarti besar. Jadi Maudu Lompoa, yaitu upacara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW secara besar-besaran oleh masyarakat di Desa Cikoang Kabupaten Takalar. 

Sejarah awal munculnya Maudu Lompoa dimulai ketika datangnya seorang ulama besar dari Aceh yang datang ke Cikoang untuk menyebarkan agama Islam. Pemahaman masyarakat setempat berkembang dan berbeda sesuai dengan cerita yang diberikan oleh orang tuanya. 

Ulama besar itu bernama Syekh Jalaluddin yang pernah menuntut ilmu di Baghdad. Beliau diperkirakan tiba di Cikoang pada 1629 Masehi. Saat itu dia tiba di sebelah Cikoang Balanda, membawa sembilan kitab termasuk kitab Maulid ‘Aqidatul Anwal’.

Masyarakat Cikoang saat itu sangat mengagumi atas pola kehidupan Syekh Jalaluddin yang sederhana karena saat itu pemahaman masyarakat sangatlah kecil dan minim akan ajaran Islam dari segi akidah maupun syariat. 

Pengajaran pertama yang dilakukan mengenai dasar akidah dan syariat yang diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai makhluk yang bertaqwa dan beriman. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut