Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Sulsel Bongkar 37 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp69,9 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Sebar Hoaks Penculikan Anak di Medsos, Mahasiswi di Makassar Ditangkap

Selasa, 06 November 2018 - 19:25:00 WIB
Sebar Hoaks Penculikan Anak di Medsos, Mahasiswi di Makassar Ditangkap
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menunjukkan salah satu postingan hoaks penculikan anak. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Berita bohong alias hoaks tentang penculikan anak beredar masif di media sosial belakangan ini. Kabar bohong itu pun memicu keresahan publik. Di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), polisi bergerak cepat dan menangkap dua pelaku penyebar berita hoaks tersebut.

Informasi yang dirangum iNews, kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda. Salah satunya merupakan seorang perempuan muda yang masih berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi. Keduanya saat ini menjalani pemeriksaan penyidik dengan status saksi. Jika terbukti bersalah, mereka bisa naik status menjadi tersangka dan terancam pidana dua tahun penjara.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku pertama berinisial NW, seorang mahasiswi yang diamankan di rumahnya Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoa, Makassar, Sulsel. Dia diduga mengunggah berita hoaks penculikan anak serta penjualan organ tubuh manusia di pasar gelap pada 21 Maret 2018. Postingan itu kemudian dia sebarluaskan hingga menimbulkan keresahan publik.


Pelaku kedua yakni US, ditangkap di rumahnya Jalan Borong Jambu, Kecamatan Panakukkang, Makassar. Dia memposting sebuah foto penangkapan seorang pelaku penculikan anak di Kota Makassar pada Jumat (2/11/2018). Faktanya, gambar yang diunggah merupakan pelaku kasus pencabulan.

“Mereka mengunggah dan menyebarkan berita hoaks penculikan anak yang menyebabkan ketakutan dan keresahan. Ini sangat bahaya sekali. Seolah-olah kejadiannya ada di Makassar,” ujar Sondani, Selasa (6/11/2018).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut