Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Makassar Usulkan Pilkada Serentak Ditunda

Senin, 21 September 2020 - 12:22:00 WIB
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Makassar Usulkan Pilkada Serentak Ditunda
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 di Papua. (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Kondisi ini semakin diperburuk dan kasus akan semakin melonjak dengan kemunculan klaster pilkada. Klaster yang muncul dari akibat mewadahi perkumpulan massa yang tidak bisa dikontrol.

"Dengan fakta ini, atas dasar kepentingan nyawa banyak orang, saatnya pemerintah lakukan rem darurat Pilkada Serentak 2020. Sebab Sulsel dan Indonesia saat ini darurat Covid-19, belum ada tanda melandai sedikit pun," kata Yudi.

Yudi mengatakan, harapan IDI Makassar sejalan dengan keinginan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Mereka meminta pilkada ditunda sampai vaksin Covid-19 ditemukan. JK khawatir akan banyak pelanggaran pada saat kampanye yang rentan akan penyebaran Covid-19.

"Kami mengusulkan penundaan pilkada sampai kasus Covid-19 melandai. Tapi ini harapan semoga pemangku kebijakan mendengar," kata alumni Fakultas Kedokteran UMI dan Fakultas Hukum Unhas ini.

Yudi menambahkan, kalaupun Pilkada Serentak 2020 tetap dilakukan, dia berharap aturan betul-betul ditegakkan, terutama pelaksanaan protokol kesehatan. Harus ada sanksi tegas yang diberikan jika pedoman itu dilanggar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut