Banjir Bandang di Bantaeng dan Jeneponto, PLN Padamkan 70 Gardu Listrik
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, selain karena luapan sungai, banjir juga disebabkan Cekdam Balang Sikuyu yang jebol pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik.
"Banjir merendam tujuh kelurahan di Bantaeng," kata Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Sabtu (13/6/2020).
Banjir setinggi paha orang dewas merendam rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di sana. Lahan perkebunan, fasilitas umum dan jalan juga ikut terendam banjir.
Musibah ini mengakibatkan seorang korban tewas di Bantaeng, bernama Haerul Fatta Ampa (19), warga Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sementara di Kabupaten Jeneponto yang juga terdampak banjir bandang, seorang korban tewas bernama Daeng Made, warga Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah berkoodinasi dengan dinas terkait dan berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak. Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng.
Editor: Maria Christina