Banjir Bandang di Bantaeng dan Jeneponto, PLN Padamkan 70 Gardu Listrik
Ismail mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mematikan listrik dari miniature circuit breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan menempatkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.
"Kemudian, menghubungi Contact Center 123 atau kantor PLN terdekat untuk memadamkan daerah terdampak banjir," katanya.
Setelah banjir surut, kata Ismail, PLN akan segera mengupayakan perbaikan serta penormalan secepatnya akibat banjir di Jeneponto dan Bantaeng. PLN juga mengimbau warga untuk menghubungi contact center PLN123 untuk dapat menyalakan kembali listrik.
Ismaik meminta masyarakat untuk memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering setelah banjir surut. Dengan begitu, PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik yang akan dioperasikan dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik.
Banjir bandang di Bantaeng tersebut dipicu meluapnya Sungai Celedu pada Jumat malam (12/6/2020). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), banjir bandang menerjang tujuh kelurahan. Kelurahan tersebut masing-masing Kelurahan Pallantikan, Malililingi, Letta, Lembang, Bontosunggu, Bintiatu dan Bontorita. Tujuh kelurahan tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Benteng dan Kecamatan Bissapu.