3 Bocah di Makassar Diduga Disekap dan Disiksa Orang Tua Angkatnya
"Saya lihat tadi anak-anak itu keluar. Adeknya saya lihat kakaknya sudah lari meninggalkan adik-adiknya. Saya lihat yang paling kecil menangis. Sementara kakaknya lagi yang perempuan berada di jalan. Lalu saya bawa yang kecil dulu ke sekuriti," kata Pattahari saat ditemui di lokasi Ruko tersebut.
Pattahari mengatakan, setelah membawa anak-anak itu dia sempat bertanya kepada bocah perempuan US. Kepada Pattahari, US menjawab bahwa dia mau susul kakaknya yang lebih dulu keluar lolos dari rumah. "Jadi saya tanya kenapa lari?. Dia bilang saya cari kakak. Saya mau cari kakak karena kaka saya mau cari rumah penginapan," kata Pattahari menirukan perkataan bocah itu.
Menurut Pattahari, pemilik rumah itu sering keluar pagi dan baru pulang rumah pada malam hari. "Semua warga di sini sudah biasa lihat anak-anak itu disiksa. Anak-anak ini bukan anaknya. Karena kami sudah tau karena pemilik rumah sendiri yang bilang begitu ke warga di sini," tutur Pattahari.
Ketua RT 5 RW 3 Nur Aeni Daeng Sunggu (40) mengaku warga sering melihat anak-anak tersebut dipukul dan siksa oleh orang tuanya. Bahkan si bungsu DV pernah dilihat oleh warga dilempar masuk ke dalam mobil.
"Di sini warga sudah biasa melihat anak-anak itu dipukul dan siksa. Mereka dipukul sama orang tuanya. Orangtuanya itu marah-marah karena telat pergi kerja. Sehingga dia biasa memukul anak-anak itu," kata Nur Aeni.
Bahkan orang tua angkat anak itu selam tinggal ditempat ini tidak pernah melapor ke RT atau pemerintah setempat. "Dia jarang bersosialisasi sama warga disini. Dia juga tidak pernah melapor ke kami," ucap Nuraeni.
Kini ketiga bocah tersebut telah diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar.
Editor: Kastolani Marzuki